Senin, 03 Januari 2011

Mengetahui Risiko-Risiko Hepatitis

Mengetahui Risiko-Risiko Hepatitis
 
Bangsa Cina sejak dahulu kala dengan beberapa alasan yang bagus
menganggap bahwa hati adalah pusat organ tubuh, dan bukannya jantung.
Sebagai organ terbesar dan fungsinya paling banyak dalam tubuh, seperti
membantu tubuh mencerna makanan, membuang bahan-bahan sisa,
menghasilkan sekaligus melakukan metabolisme kolesterol, menyimpan
dan melepaskan energi glukosa, dan memetabolisme obat-obatan.
Dengan kata lain, anda tidak dapat hidup tanpanya.
 
Hepatitis - suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan peradangan hati -
dapat ditularkan lewat jarum yang terkontaminasi, meminum minuman
beralkohol secara berlebihan, kontak seksual, makanan dan air yang
terkontaminasi, dan banyak lagi.
 
Tahukah anda bagaimana anda dapat mengurangi risiko terkena virus-virus
tersebut, yang beberapa diantaranya dapat menyebabkan kerusakan hati
yang parah?
Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai penyakit ini.
 

Gejala-gejala infeksi hepatitis tidak jelas dan mungkin disalahartikan sebagai 
penyakit lain yang kurang serius. Gejala-gejala yang paling sering dilaporkan 
dari mereka yang terinfeksi virus hepatitis termasuk, kelelahan, kehilangan 
selera makan, mual dan muntah yang terputus-putus, rasa sakit di perut dan 
sakit kuning (kulit terlihat menguning). Gejala-gejala ini seringkali disalah-artikan
dengan flu atau penyakit akibat virus lainnya yang kurang serius. Bahkan jika
gejala-gejalanya menghilang, seseorang bisa tetap terinfeksi dengan virus
tersebut (dan karena itu dapat menginfeksi orang lain) dan tidak menyadarinya.
Pada saat ini hanya tersedia vaksin untuk hepatitis A dan B saja. Belum ada
vaksin yang dapat melindungi melawan hepatitis C, yang menginfeksi sekitar
36.000 masyarakat Amerika tiap tahunnya.
Mentato tubuh membuat seseorang berisiko terkena hepatitis B dan C. Jika
jarum suntik tersebut telah terinfeksi dengan hepatitis B dan, karenanya dapat 
menular dari satu orang ke orang lainnya. Di penjara, mentato tubuh telah 
menunjukkan suatu rute penularan virus hepatitis yang bermakna.
Hepatitis B 100 kali lebih menular (dan juga lebih mudah ditularkan) dibanding 
dengan AIDS. Menurut laporan dari the Centers for Disease Control and 
Prevention, virus hepatitis B (yang dapat ditularkan lewat darah, keringat, 
air mata dan cairan yang dikeluarkan tubuh) memiliki kemungkinan menular
100 kali lebih besar dibanding virus HIV.
Tidak semua bentuk hepatitis dapat ditularkan lewat hubungan seksual.
Virus hepatitis B ditemukan dalam darah, keringat, air mata, dan pengeluaran
tubuh, dan karenanya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Hepatitis A
ditularkan lewat jalur oral-fecal (mulut-kotoran), terutama lewat pencernaan
makanan atau cairan yang terinfeksi virus. Hepatitis C ditemukan dalam darah,
dan sebagai catatan Center for Disease Control and prevention belum
menyatakan bahwa virus tersebut dapat ditularkan melalui hubungan seksual. 
Telah terdapat vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi anak-anak dan 
orang dewasa melawan hepatitis B. Vaksinasi tersebut termasuk serangkaian
3 suntikan yang diberikan untuk mendapatkan perlindungan penuh. Pemberian 
vaksinasi bisa dimulai tepat setelah kelahiran dan dilanjutkan selama tahun 
pertama kehidupan. Anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa yang belum 
divaksinasi, dapat memulainya kapan saja.
Sekali terinfeksi virus hepatitis, ada kemungkinan untuk menjadi pembawa 
penyakit yang kronis. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis A hampir selalu 
sembuh tanpa adanya efek-efek serius yang muncul sesudahnya. Namun,
orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan C, memiliki kesempatan yang lebih
besar untuk terkena infeksi kronis. Infeksi-infeksi kronis itu berarti bahwa
tubuh orang tersebut belum bersih dari virus setelah infeksi pertama kali.
Virus tersebut terus mengadakan replikasi dan tetap bersifat sangat infeksius.
Infeksi hepatitis kronis bisa menyebabkan terjadinya masalah-masalah
medis dan bisa menyebabkan gagal hati atau kematian.
Anda bisa mengetahui apakah anda terinfeksi hepatitis atau tidak dengan 
memeriksa darah. Satu atau lebih pemeriksaan darah diperlukan untuk 
mendiagnosa tergantung tipe hepatitis apa yang anda derita. Pemeriksaan 
hepatitis mungkin bukanlah suatu bagian pemeriksaan medis yang rutin.
Jika anda yakin bahwa anda terinfeksi atau ingin dites, beritahukan dokter
agar bisa dilakukan tes-tes yang tepat.
Infeksi hepatitis dapat menjadi begitu serius sehingga diperlukan 
transplantasi hati. Baru-baru ini, hampir separuh transplantasi hati dilakukan 
di Amerika untuk penderita hepatitis C stadium akhir.
Wanita hamil yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut
ke anak dalam kandungannya. Diperkirakan sekitar 22,000 wanita hamil di
Amerika terinfeksi hepatitis B dan dapat menularkan penyakit tersebut pada
anak dalam kandungannya. Karena para wanita yang terinfeksi tersebut tidak
menunjukkan gejala-gejala penyakit, cara terbaik untuk mengetahui jika anda
terkena penyakit ini adalah dengan melakukan tes selama kehamilan.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar