Senin, 03 Januari 2011

Pengertian, Definisi dan Cara Penularan / Penyebaran Virus HIV AIDS - Info / Informasi Penyakit Menular Seksual / PMS

A. Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
B. Penyakit AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
C. Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS
- Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
- Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
- Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
- Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.
Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :
- Air liur / air ludah / saliva
- Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
- Air mata
- Air keringat
- Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine
Tambahan :
Jangan mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

Mengetahui Risiko-Risiko Hepatitis

Mengetahui Risiko-Risiko Hepatitis
 
Bangsa Cina sejak dahulu kala dengan beberapa alasan yang bagus
menganggap bahwa hati adalah pusat organ tubuh, dan bukannya jantung.
Sebagai organ terbesar dan fungsinya paling banyak dalam tubuh, seperti
membantu tubuh mencerna makanan, membuang bahan-bahan sisa,
menghasilkan sekaligus melakukan metabolisme kolesterol, menyimpan
dan melepaskan energi glukosa, dan memetabolisme obat-obatan.
Dengan kata lain, anda tidak dapat hidup tanpanya.
 
Hepatitis - suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan peradangan hati -
dapat ditularkan lewat jarum yang terkontaminasi, meminum minuman
beralkohol secara berlebihan, kontak seksual, makanan dan air yang
terkontaminasi, dan banyak lagi.
 
Tahukah anda bagaimana anda dapat mengurangi risiko terkena virus-virus
tersebut, yang beberapa diantaranya dapat menyebabkan kerusakan hati
yang parah?
Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai penyakit ini.
 

Gejala-gejala infeksi hepatitis tidak jelas dan mungkin disalahartikan sebagai 
penyakit lain yang kurang serius. Gejala-gejala yang paling sering dilaporkan 
dari mereka yang terinfeksi virus hepatitis termasuk, kelelahan, kehilangan 
selera makan, mual dan muntah yang terputus-putus, rasa sakit di perut dan 
sakit kuning (kulit terlihat menguning). Gejala-gejala ini seringkali disalah-artikan
dengan flu atau penyakit akibat virus lainnya yang kurang serius. Bahkan jika
gejala-gejalanya menghilang, seseorang bisa tetap terinfeksi dengan virus
tersebut (dan karena itu dapat menginfeksi orang lain) dan tidak menyadarinya.
Pada saat ini hanya tersedia vaksin untuk hepatitis A dan B saja. Belum ada
vaksin yang dapat melindungi melawan hepatitis C, yang menginfeksi sekitar
36.000 masyarakat Amerika tiap tahunnya.
Mentato tubuh membuat seseorang berisiko terkena hepatitis B dan C. Jika
jarum suntik tersebut telah terinfeksi dengan hepatitis B dan, karenanya dapat 
menular dari satu orang ke orang lainnya. Di penjara, mentato tubuh telah 
menunjukkan suatu rute penularan virus hepatitis yang bermakna.
Hepatitis B 100 kali lebih menular (dan juga lebih mudah ditularkan) dibanding 
dengan AIDS. Menurut laporan dari the Centers for Disease Control and 
Prevention, virus hepatitis B (yang dapat ditularkan lewat darah, keringat, 
air mata dan cairan yang dikeluarkan tubuh) memiliki kemungkinan menular
100 kali lebih besar dibanding virus HIV.
Tidak semua bentuk hepatitis dapat ditularkan lewat hubungan seksual.
Virus hepatitis B ditemukan dalam darah, keringat, air mata, dan pengeluaran
tubuh, dan karenanya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Hepatitis A
ditularkan lewat jalur oral-fecal (mulut-kotoran), terutama lewat pencernaan
makanan atau cairan yang terinfeksi virus. Hepatitis C ditemukan dalam darah,
dan sebagai catatan Center for Disease Control and prevention belum
menyatakan bahwa virus tersebut dapat ditularkan melalui hubungan seksual. 
Telah terdapat vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi anak-anak dan 
orang dewasa melawan hepatitis B. Vaksinasi tersebut termasuk serangkaian
3 suntikan yang diberikan untuk mendapatkan perlindungan penuh. Pemberian 
vaksinasi bisa dimulai tepat setelah kelahiran dan dilanjutkan selama tahun 
pertama kehidupan. Anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa yang belum 
divaksinasi, dapat memulainya kapan saja.
Sekali terinfeksi virus hepatitis, ada kemungkinan untuk menjadi pembawa 
penyakit yang kronis. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis A hampir selalu 
sembuh tanpa adanya efek-efek serius yang muncul sesudahnya. Namun,
orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan C, memiliki kesempatan yang lebih
besar untuk terkena infeksi kronis. Infeksi-infeksi kronis itu berarti bahwa
tubuh orang tersebut belum bersih dari virus setelah infeksi pertama kali.
Virus tersebut terus mengadakan replikasi dan tetap bersifat sangat infeksius.
Infeksi hepatitis kronis bisa menyebabkan terjadinya masalah-masalah
medis dan bisa menyebabkan gagal hati atau kematian.
Anda bisa mengetahui apakah anda terinfeksi hepatitis atau tidak dengan 
memeriksa darah. Satu atau lebih pemeriksaan darah diperlukan untuk 
mendiagnosa tergantung tipe hepatitis apa yang anda derita. Pemeriksaan 
hepatitis mungkin bukanlah suatu bagian pemeriksaan medis yang rutin.
Jika anda yakin bahwa anda terinfeksi atau ingin dites, beritahukan dokter
agar bisa dilakukan tes-tes yang tepat.
Infeksi hepatitis dapat menjadi begitu serius sehingga diperlukan 
transplantasi hati. Baru-baru ini, hampir separuh transplantasi hati dilakukan 
di Amerika untuk penderita hepatitis C stadium akhir.
Wanita hamil yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut
ke anak dalam kandungannya. Diperkirakan sekitar 22,000 wanita hamil di
Amerika terinfeksi hepatitis B dan dapat menularkan penyakit tersebut pada
anak dalam kandungannya. Karena para wanita yang terinfeksi tersebut tidak
menunjukkan gejala-gejala penyakit, cara terbaik untuk mengetahui jika anda
terkena penyakit ini adalah dengan melakukan tes selama kehamilan.
 

Toxoplasma

Toksoplasmosis adalah infeksi yang diakibatkan oleh sejenis parasit toksoplasmogondii yang biasa terdapat pada bulu kucing dan hewan peliha
raan  rumah lainnya.
Parasit ini dapat menginfeksi kandungan, jika Ibu hamil mengkonsumsi daging setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja
hewan peliharaan misalnya  kucing yang mengandung oosit. Selain melalui
kandungan, virus ini dapat menular lewat transfusi darah dan transplantasi
organ.

Karena itu, begitu Anda positif hamil sebaiknya segera periksakan diri ke

dokter, apakah tubuh Anda telah memiliki kekebalan terha-dap
toksoplasmosis. Semakin awal toksoplasmosis menyerang kehamilan Anda,
semakin besar dampak yang ditimbulkan pada janin Anda.
jadi ada baiknya sebelum anda merencanakan kehamilan periksalah ke labo
ratorium  apakah anda ada mengidap toksoplasmosis.

Langkah Pencegahan

Agar ibu hamil terhindar dari infeksi toksoplasmosis, ikuti langkah-langkah pencegahan infeksi sedini mungkin:


·
kucing atau binatang piaraan yang ada di rumah segera bawa ke dokter hewan, untuk mengetahui apakah binatang peliharaan terinfeksi parasit toksoplasma secara aktif atau tidak


.
Apabila kucing atau binatang piaraan tersebut terlihat sakit mungkin masih dalam masa penularan selama kurun 6 minggu sebaiknya dititipkan ketempat penitipan bintang.


·
Jangan biarkan bintatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri diluar rumah ,dan jangan berikan makanan daging mentah.


·
Jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan Anda sampai bersih. Karena virus tersebut sangat aktif, jangan lupa untuk member-sihkan kandang setiap hari.




·
Hindari mengkonsumsi daging mentah atau minum susu yang belum disterilkan.


·
Cuci sampai bersih sayuran dan buah-buahan sebelum Anda konsumsi.


·
Segeralah berobat ke dokter bila  Anda kemungkinan terinfeksi parasit toksoplasma  akibat binatang peliharaan dirumah.