Senin, 03 Januari 2011

Pengertian, Definisi dan Cara Penularan / Penyebaran Virus HIV AIDS - Info / Informasi Penyakit Menular Seksual / PMS

A. Virus HIV
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.
Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.
B. Penyakit AIDS
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.
Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.
C. Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS
- Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
- Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
- Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
- Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.
Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :
- Air liur / air ludah / saliva
- Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
- Air mata
- Air keringat
- Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine
Tambahan :
Jangan mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

Mengetahui Risiko-Risiko Hepatitis

Mengetahui Risiko-Risiko Hepatitis
 
Bangsa Cina sejak dahulu kala dengan beberapa alasan yang bagus
menganggap bahwa hati adalah pusat organ tubuh, dan bukannya jantung.
Sebagai organ terbesar dan fungsinya paling banyak dalam tubuh, seperti
membantu tubuh mencerna makanan, membuang bahan-bahan sisa,
menghasilkan sekaligus melakukan metabolisme kolesterol, menyimpan
dan melepaskan energi glukosa, dan memetabolisme obat-obatan.
Dengan kata lain, anda tidak dapat hidup tanpanya.
 
Hepatitis - suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan peradangan hati -
dapat ditularkan lewat jarum yang terkontaminasi, meminum minuman
beralkohol secara berlebihan, kontak seksual, makanan dan air yang
terkontaminasi, dan banyak lagi.
 
Tahukah anda bagaimana anda dapat mengurangi risiko terkena virus-virus
tersebut, yang beberapa diantaranya dapat menyebabkan kerusakan hati
yang parah?
Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui mengenai penyakit ini.
 

Gejala-gejala infeksi hepatitis tidak jelas dan mungkin disalahartikan sebagai 
penyakit lain yang kurang serius. Gejala-gejala yang paling sering dilaporkan 
dari mereka yang terinfeksi virus hepatitis termasuk, kelelahan, kehilangan 
selera makan, mual dan muntah yang terputus-putus, rasa sakit di perut dan 
sakit kuning (kulit terlihat menguning). Gejala-gejala ini seringkali disalah-artikan
dengan flu atau penyakit akibat virus lainnya yang kurang serius. Bahkan jika
gejala-gejalanya menghilang, seseorang bisa tetap terinfeksi dengan virus
tersebut (dan karena itu dapat menginfeksi orang lain) dan tidak menyadarinya.
Pada saat ini hanya tersedia vaksin untuk hepatitis A dan B saja. Belum ada
vaksin yang dapat melindungi melawan hepatitis C, yang menginfeksi sekitar
36.000 masyarakat Amerika tiap tahunnya.
Mentato tubuh membuat seseorang berisiko terkena hepatitis B dan C. Jika
jarum suntik tersebut telah terinfeksi dengan hepatitis B dan, karenanya dapat 
menular dari satu orang ke orang lainnya. Di penjara, mentato tubuh telah 
menunjukkan suatu rute penularan virus hepatitis yang bermakna.
Hepatitis B 100 kali lebih menular (dan juga lebih mudah ditularkan) dibanding 
dengan AIDS. Menurut laporan dari the Centers for Disease Control and 
Prevention, virus hepatitis B (yang dapat ditularkan lewat darah, keringat, 
air mata dan cairan yang dikeluarkan tubuh) memiliki kemungkinan menular
100 kali lebih besar dibanding virus HIV.
Tidak semua bentuk hepatitis dapat ditularkan lewat hubungan seksual.
Virus hepatitis B ditemukan dalam darah, keringat, air mata, dan pengeluaran
tubuh, dan karenanya dapat ditularkan lewat hubungan seksual. Hepatitis A
ditularkan lewat jalur oral-fecal (mulut-kotoran), terutama lewat pencernaan
makanan atau cairan yang terinfeksi virus. Hepatitis C ditemukan dalam darah,
dan sebagai catatan Center for Disease Control and prevention belum
menyatakan bahwa virus tersebut dapat ditularkan melalui hubungan seksual. 
Telah terdapat vaksin yang aman dan efektif untuk melindungi anak-anak dan 
orang dewasa melawan hepatitis B. Vaksinasi tersebut termasuk serangkaian
3 suntikan yang diberikan untuk mendapatkan perlindungan penuh. Pemberian 
vaksinasi bisa dimulai tepat setelah kelahiran dan dilanjutkan selama tahun 
pertama kehidupan. Anak-anak yang lebih tua atau orang dewasa yang belum 
divaksinasi, dapat memulainya kapan saja.
Sekali terinfeksi virus hepatitis, ada kemungkinan untuk menjadi pembawa 
penyakit yang kronis. Mereka yang terinfeksi virus hepatitis A hampir selalu 
sembuh tanpa adanya efek-efek serius yang muncul sesudahnya. Namun,
orang yang terinfeksi virus hepatitis B dan C, memiliki kesempatan yang lebih
besar untuk terkena infeksi kronis. Infeksi-infeksi kronis itu berarti bahwa
tubuh orang tersebut belum bersih dari virus setelah infeksi pertama kali.
Virus tersebut terus mengadakan replikasi dan tetap bersifat sangat infeksius.
Infeksi hepatitis kronis bisa menyebabkan terjadinya masalah-masalah
medis dan bisa menyebabkan gagal hati atau kematian.
Anda bisa mengetahui apakah anda terinfeksi hepatitis atau tidak dengan 
memeriksa darah. Satu atau lebih pemeriksaan darah diperlukan untuk 
mendiagnosa tergantung tipe hepatitis apa yang anda derita. Pemeriksaan 
hepatitis mungkin bukanlah suatu bagian pemeriksaan medis yang rutin.
Jika anda yakin bahwa anda terinfeksi atau ingin dites, beritahukan dokter
agar bisa dilakukan tes-tes yang tepat.
Infeksi hepatitis dapat menjadi begitu serius sehingga diperlukan 
transplantasi hati. Baru-baru ini, hampir separuh transplantasi hati dilakukan 
di Amerika untuk penderita hepatitis C stadium akhir.
Wanita hamil yang terinfeksi hepatitis B dapat menularkan penyakit tersebut
ke anak dalam kandungannya. Diperkirakan sekitar 22,000 wanita hamil di
Amerika terinfeksi hepatitis B dan dapat menularkan penyakit tersebut pada
anak dalam kandungannya. Karena para wanita yang terinfeksi tersebut tidak
menunjukkan gejala-gejala penyakit, cara terbaik untuk mengetahui jika anda
terkena penyakit ini adalah dengan melakukan tes selama kehamilan.
 

Toxoplasma

Toksoplasmosis adalah infeksi yang diakibatkan oleh sejenis parasit toksoplasmogondii yang biasa terdapat pada bulu kucing dan hewan peliha
raan  rumah lainnya.
Parasit ini dapat menginfeksi kandungan, jika Ibu hamil mengkonsumsi daging setengah matang, buah-buahan atau sayuran yang tercemar tinja
hewan peliharaan misalnya  kucing yang mengandung oosit. Selain melalui
kandungan, virus ini dapat menular lewat transfusi darah dan transplantasi
organ.

Karena itu, begitu Anda positif hamil sebaiknya segera periksakan diri ke

dokter, apakah tubuh Anda telah memiliki kekebalan terha-dap
toksoplasmosis. Semakin awal toksoplasmosis menyerang kehamilan Anda,
semakin besar dampak yang ditimbulkan pada janin Anda.
jadi ada baiknya sebelum anda merencanakan kehamilan periksalah ke labo
ratorium  apakah anda ada mengidap toksoplasmosis.

Langkah Pencegahan

Agar ibu hamil terhindar dari infeksi toksoplasmosis, ikuti langkah-langkah pencegahan infeksi sedini mungkin:


·
kucing atau binatang piaraan yang ada di rumah segera bawa ke dokter hewan, untuk mengetahui apakah binatang peliharaan terinfeksi parasit toksoplasma secara aktif atau tidak


.
Apabila kucing atau binatang piaraan tersebut terlihat sakit mungkin masih dalam masa penularan selama kurun 6 minggu sebaiknya dititipkan ketempat penitipan bintang.


·
Jangan biarkan bintatang peliharaan anda memburu mangsanya sendiri diluar rumah ,dan jangan berikan makanan daging mentah.


·
Jangan mengadakan kontak langsung, baik dengan kandang maupun kotoran hewan piaraan. Mintalah orang lain untuk membersihkannya. Jika terpaksa harus membersihkan sendiri, pakailah sarung tangan, dan cucilah tangan Anda sampai bersih. Karena virus tersebut sangat aktif, jangan lupa untuk member-sihkan kandang setiap hari.




·
Hindari mengkonsumsi daging mentah atau minum susu yang belum disterilkan.


·
Cuci sampai bersih sayuran dan buah-buahan sebelum Anda konsumsi.


·
Segeralah berobat ke dokter bila  Anda kemungkinan terinfeksi parasit toksoplasma  akibat binatang peliharaan dirumah.

Selasa, 19 Oktober 2010

Menilai Kepribadian Orang Lewat Penampilan

 Kita biasanya menilai orang dari penampilan. Apakah orang itu jahat, baik, lucu, dsb. Mana saja sifat yang memang secara ilmiah dapat dilihat dari penampilan?

Para pengamat mampu secara tepat menilai beberapa aspek kepribadian orang asing dengan melihat pada foto. Fakta ilmiah ini ditemukan dalam sebuah penelitian karya Laura P. Naumann, Simine Vazire, Peter J. Rentfrow dan Samuel D. Gosling berjudul Personality Judgments Based on Physical Appearance. Penelitian ini dapat dibaca dalam Personality and Social Psychology Bulletin, 2009; 35 (12): 1661 DOI: 10.1177/0146167209346309. Jurnal bulanan Masyarakat Psikologi Sosial dan Kepribadian. Tiga hal yang dapat langsung dinilai dari penampilan seseorang dengan tepat tersebut adalah kepercayaan diri, pergaulan dan religiusitasnya.
Para peneliti meminta partisipan untuk menilai kepribadian dari orang-orang asing berdasarkan foto yang distandarisasi oleh para peneliti dan kemudian pada foto yang bergaya bebas. Penilaian tersebut kemudian dibandingkan dengan bagaimana orang tersebut dan kenalannya menilai kepribadian individu. Mereka menemukan kalau kedua pose memberikan petunjuk yang akurat mengenai kepribadian individu, dan pose bebas memberi lebih banyak petunjuk yaitu mengenai kesetujuan, kestabilan emosi, keterbukaan, kesenangan dan kesendirian subjek.
Studi ini menunjukkan fakta ilmiah kalau penampilan fisik saja sudah mampu memberikan petunjuk mengenai kepribadian sejati seseorang.
“Seperti telah kami ramalkan, penampilan fisik menjadi saluran manifestasi kepribadian,” tulis para peneliti yang berasal dari University of California, Berkeley, Washington University in St. Louis, University of Cambridge, dan University of Texas at Austin. “Dengan memakai potret seluruh tubuh dan memeriksa sejumlah besar sifat, kami menemukan jangkauan akurasi yang telah lama diabaikan, membawa pada kesimpulan kalau penampilan fisik berperan lebih penting dalam penilaian kepribadian daripada yang diduga sebelumnya.”

Struktur otak berhubungan dengan kepribadian

 Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal asosiasi psikologi amerika memberikan sebuah fakta ilmiah mengesankan antara hubungan bentuk otak dan kepribadian

Kepribadian itu beraneka ragam. Sekarang para ilmuan psikologi menemukan kalau ukuran bagian otak tertentu menentukan kepribadian seseorang; sebagai contoh, orang yang hati-hati cenderung memiliki korteks prefrontal lateral yang lebih besar, daerah di otak yang terlibat dalam perencanaan dan perilaku mengendalikan.
Para psikolog telah bekerja keras dan mengatakan kalau kepribadian dapat dibagi menjadi lima faktor, yang disebut Big Five yang diringkas menjadi OCEAN : Openness (Keterbukaan/Intelektual),Conscientiousness(Kehati-hatian), Extraversion (Ekstroversi), Agreebleness(Kesetujuan), dan Neuroticism (Neurotisme). Colin DeYoung dari University of Minnesota dan rekan-rekannya ingin mengetahui apakah faktor kepribadian ini berkorelasi dengan ukuran struktur di otak.
Untuk studi ini, 116 relawan menjawab sebuah kuesioner untuk menentukan kepribadian mereka, lalu melakukan uji pencitraan otak yang mengukur ukuran relatif berbagai bagian otak. Sebuah program komputer dipakai untuk melipat tiap bagian otak sehingga ukuran relatif berbagai struktur dapat dibandingkan. Beberapa hubungan ditemukan antara ukuran bagian otak tertentu dengan kepribadian. Penelitian ini tampil dalam jurnal Asosiasi sains psikologi, Psychological Science.
Sebagai contoh, “Setiap orang, saya rasa, memahami apa itu ekstroversi (terbuka secara sosial) — orang yang ekstrovert itu suka bicara, sering keluar rumah dan asal,” kata DeYoung. “Mereka lebih senang melakukan hal-hal seperti interaksi sosial, taman bermain atau hampir segalanya, dan mereka juga termotivasi untuk mendapatkan hadiah, yang merupakan sebagian penjelasan mengapa mereka lebih menuntut. “Pencarian hadiah dipandang menjadi faktor utama ekstraversi. Studi sebelumnya telah menemukan bagian otak yang aktif dalam mempertimbangkan hadiah. Maka DeYoung dan koleganya berpendapat kalau daerah tersebut harusnya lebih besar pada orang yang lebih ekstravert. Dan benar juga, mereka menemukan kalau salah satu daerah tersebut, korteks orbitofrontal medial — sedikit di atas dan dibelakang mata — lebih besar secara signifikan pada subjek studi yang sangat ekstravert.
Studi yang sama menemukan asosiasi yang sama pada kehati-hatian, yang berkaitan dengan perencanaan; neurotisme, kecenderungan untuk mengalami emosi negatif yang berkaitan dengan sensitivitas terhadap ancaman dan hukuman; dan kesetujuan, yang terkait dengan bagian otak yang memungkinkan kita memahami emosi, niat dan keadaan mental orang lain. Hanya keterbukaan/intelektual yang tidak berhubungan jelas dengan struktur otak yang diprediksi.
“Ini mulai mengindikasikan kalau kita dapat sesungguhnya menemukan sistem biologi yang bertanggung jawab atas pola perilaku dan pengalaman kompleks yang membuat orang menjadi individual,” kata DeYoung. Ia menunjukkan kalau ini tidak berarti kalau kepribadian anda tetap sejak lahir; otak terus tumbuh dan berubah saat ia tumbuh. Pengalaman merubah otak saat ia berkembang, dan perubahan di otak tersebut dapat merubah kepribadian.

Dilema Model Penyakit Parkinson

- Ada masalah dalam pengobatan Parkinson. Walaupun ia bisa ditekan, ia tidak dapat disembuhkan. Tapi para ilmuan tahu metode menemukan obatnya

Pernah lihat kakek-kakek tangannya gerak-gerak melulu secara otomatis. Itu tremor namanya. Dan ia adalah salah satu ciri penyakit Parkinson. Ciri lain adalah ototnya kaku dan sulit bergerak. Ia merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif. Matinya syaraf secara bertahap.
Penyakit parkinson itu unik. Diantara berbagai jenis penyakit berkurangnya kemampuan syaraf, penyakit parkinson termasuk yang paling dimengerti sains. Mulai dari rangkaian hingga fisiologinya. Ilmuan menyimpulkan penyakit ini disebabkan hilangnya sel syaraf dopaminergic dari substantia nigra pars compacta. Setelah hal ini ditemukan, perawatan penyakit Parkinson pun mulai berkembang. Sebelumnya sudah ada perawatan gejala manifestasi motorik lewat levodopa (L-DOPA) dan sekarang dengan agonis reseptor dopamin dan stimulasi otak dalam.
Nah, masalahnya, semua yang ada sekarang hanya bersifat sementara. Dalam lima hingga sepuluh tahun kemudian, pasien akan kembali mengalami penyakitnya. Sekarang tantangannya, gimana menemukan obat atau perawatan yang jauh lebih efektif daripada yang sudah ada. Sebuah obat yang sifatnya permanen, bukan sementara.
Yang bikin masalah tambah susah, adalah etika kedokteran. Well, hal ini penting. Ilmuan tidak boleh menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan untuk penelitian kedokteran. Ini aturan mainnya. Hal ini wajar, soalnya yang namanya percobaan kedokteran, efeknya bisa fatal. Kan kita tidak tau, apakah obatnya efektif atau justru memperparah kondisi. Jangan sampai gara-gara penelitian, subjek penelitian jadi gila. Bahaya banget kan?
Karenanya ilmuan mencoba mencari model hewan yang paling cocok untuk percobaan. Nah, ini kendala utamanya. Hewannya apa coba? Untuk menjadi model penelitian penyakit Parkinson, menurut M. Flint Beal, hewan tersebut harus:
  1. Harus ada komplemen syaraf dopaminergik normal saat lahir, lebihdari 50% yang kemudian secara selektif, bertahap dan akhirnya hilang saat hewan tersebut dewasa.
  2. Model ini harus memiliki defisit motorik, termasuk gejala kardinal penyakit Parkinson seperti bradikinesia, kekakuan dan tremor istirahat.
  3. Ia harus menunjukkan karakteristik neuropatologi tubuh Lewy.
  4. Bila modelnya genetik, ia harus berlandaskan pada satu mutasi saja untuk memungkinkan propagasi dan memfasilitasi persilangan dengan untai penguat atau supresor.
  5. Ia harus memiliki jangkauan penyakit yang singkat. Hanya beberapa bulan. Sehingga pemindaian agen terapi dapat dilakukan dengan cepat dan hemat biaya.
Model hewan tradisional yang biasanya dibuat dengan menggunakan racun. Racun ini dimasukkan pada hewan tersebut dan menumpuk di syaraf dopaminergik substantia nigra  sehingga terjadi disfungsi sel dan kematian. Racun ini salah satunya adalah 6-hydroxydopamine (6-OHDA). Model hewannya, tikus, kucing, dan primata. Pendekatan standarnya adalah menggunakan 6-OHDA untuk menciptakan lesi unilateral di otak, yang diikuti dengan pemberian amphetamin. Akibatnya hewan tersebut mulai mengalami gejala. Gejala ini dapat dibalik dengan sel batang dopaminergik untuk memulihkan rangkaian normal. Zat lainnya yang dapat dipakai adalah rotenon dari insektisida dan MPTP.
Pestisida merupakan penyebab utama parkinson
Alternatif yang lebih modern bagi ilmuan untuk menciptakan model hewan adalah dengan rekayasa genetika. Dengan bekal pengetahuan tentang dasar genetik penyakit Parkinson, ilmuan menciptakan hewan model dengan teknologi pemukulan dan penarikan genetika. Masalahnya ada pada sulitnya menemukan mutasi tunggal.
Penyakit Parkinson biasanya disebabkan mutasi tiga titik di gen alpha-sinuklein. Penyebab lain adalah mutasi di gen LRRK2. Mutasi yang paling umum di gen ini adalah G2019S, yang diderita 1% pasien Parkinson sporadis dan 4% pasien karena penyakit bawaan lahir. Dalam beberapa kelompok etnis, seperti Arab Afrika Utara dan Yahudi Ashkenazi, mutasi di LRRK2 dapat ditemukan di 30% atau lebih penderita Parkinson.
Nah, model hewan yang dapat digunakan untuk mutasi LRRK2 ini sampai sekarang masih gagal terus. Tikus yang mengalami mutasi demikian justru tidak mengalami degenerasi syaraf. Bagaimana mau meneliti menggunakan tikus lab jika tikusnya sendiri kebal?
Masih ada lagi mutasi yang dapat menyebabkan parkinson. Mutasi ini terjadi di gen parkin, PINK1 dan DJ-1. Dan sekali lagi, tikus yang mengalami mutasi di gen-gen ini, tidak menunjukkan gejala parkinson sama sekali.
Ada yang lebih aneh lagi. Justru tikus lab yang mengalami parkinson, tidak mengalami mutasi di gen-gen tersebut di atas. Tikus ini dinamai tikus MitoPark, yang dihasilkan dengan menghapus gen untuk faktor transkripsi mitokondria Tfam, yang berperan penting dalam menjaga DNA mitokondria.
Jadi sampai sekarang tidak jelas kenapa tidak terjadi degenerasi syaraf pada tikus yang mengalami mutasi di gen parkinson, sementara pada manusia hal tersebut menghasilkan penyakit parkinson. Para ilmuan sibuk berusaha menemukan tikus model yang bisa menghasilkan parkinson dengan mutasi yang sama pada manusia. Salah satu caranya adalah menyilangkan tikus transgenik alpha sinuklein dengan tikus parkin dan DJ-1, dan memperkuat alpha sinuklein secara berlebihan dengan promotor spesifik dopamin. Ekspresi berlebih pada LRRK2 dapat memunculkan patologi alpha sinuklein pada tikus A53T alpha sinuklein, dan pencampakkan LRRK2 memperkuat patologi yang dihasilkan oleh A53T alpha sinuklein. Akibatnya, para ilmuan mulai tertarik untuk meneliti hubungan antara alpha sinuklein dan LRRK2.
Membuang ketiga gen sekaligus – parkin, PINK1 dan DJ-1 – pada model tikus malah tidak menghasilkan parkinson. Hal ini karena latar belakang genetik tikus yang memodulasi kadar racun MPTP dan berperan dalam menghambat degenerasi syaraf. Ini juga menarik. Ilmuan dapat memeriksa efek mutasi genetik ini dengan latar belakang genetik yang berbeda. Dengan kucing misalnya.
Usaha lain adalah dengan meningkatkan level glutathione pada tikus yang dibuang gen parkin nya dan meningkatkan level glutathione peroksida pada tikus yang dibuang gen DJ-1. Tapi usaha ini gagal memunculkan parkinson.
Sampai sekarang para ilmuan masih mencari dan mencari. Bagaimana caranya mendapatkan kelinci percobaan yang dapat dipakai untuk menyembuhkan penderita Parkinson. Ayo ilmuan Indonesia coba juga untuk bergerak. Mengingat Parkinson menyerang sekitar 1 diantara 250 orang yang berusia diatas 40 tahun dan sekitar 1 dari 100 orang yang berusia diatas 65 tahun, jadi banyak juga penderita Parkinson di Indonesia.
Referensi
  1. Beal, M. F. 2010. Parkinson’s disease: a model dilemma. Nature, August 26th 2010, pp. S8-S10
Referensi silang
  1. Beal, M. F. 2001. Experimental models of Parkinson’s disease. Nature Rev. Neurosci. 2, 325–334 (2001).
  2. Ekstrand, M. I. et al.  2007. The mtDNA encodes 13 key subunits of the respiratory chain. Proc. Natl Acad. Sci. USA 104, 1325– 1330 (2007).
  3. Lee, M. K. et al. 2002. Human ?-synuclein-harboring familial Parkinson’s disease-linked Ala-53 ? Thr mutation causes neurodegenerative disease with ?-synuclein aggregation in transgenic mice. Proc. Natl Acad. Sci. USA 99, 8968–8973 (2002).
  4. Li, X. et al. 2010. Enhanced Striatal Dopamine Transmission and Motor Performance with LRRK2 Overexpression in Mice Is Eliminated by Familial Parkinson’s Disease Mutation G2019S. J. Neurosci. 30, 1788–1797 (2010).
  5. Li, Y. et al. 2009. Mutant LRRK2R1441G BAC transgenic mice recapitulate cardinal features of Parkinson’s disease. Nature Neurosci. 12, 826–828 (2009).
  6. Lin, X. et al. 2009. Leucine-Rich Repeat Kinase 2 Regulates the Progression of Neuropathology Induced by Parkinson’s-Disease-Related Mutant ?-synucleinNeuron 64, 807–827 (2009).
  7. Lu, X. dan Hart, M.P. 2009. Mice Expressing Mutant Parkin Exhibit Hallmark Features of Parkinson’s Disease. J. Neurosci. 29, 1962–1976 (2009).
  8. Masliah, E. et al. 2000. Dopaminergic Loss and Inclusion Body Formation in -Synuclein Mice: Implications for Neurodegenerative Disorders. Science 287, 1265–1269 (2000).
  9. Tong, Y. et al. 2009. R1441C mutation in LRRK2 impairs dopaminergic neurotransmission in mice. Proc. Natl Acad. Sci. USA 106, 14622–14627 (2009)

Hibridisasi

Hibridisasi adalah penyetaraan tingkat energi melalui penggabungan antarorbital
senyawa kovalen atau kovalen koordinasi.Teori hibridisasi dipromosikan oleh kimiawan Linus Pauling dalam menjelaskan struktur molekul seperti metana (CH4). Secara historis, konsep ini dikembangkan untuk sistem-sistem kimia yang sederhana, namun pendekatan ini selanjutnya diaplikasikan lebih luas, dan sekarang ini dianggap sebagai sebuah heuristik yang efektif untuk merasionalkan struktur senyawa organik.
Teori hibridisasi tidaklah sepraktis teori orbital molekul dalam hal perhitungan kuantitatif. Masalah-masalah pada hibridisasi terlihat jelas pada ikatan yang melibatkan orbital d, seperti yang terdapat pada kimia koordinasi dan kimia organologam. Walaupun skema hibridisasi pada logam transisi dapat digunakan, ia umumnya tidak akurat.
Sangatlah penting untuk dicatat bahwa orbital adalah sebuah model representasi dari tingkah laku elektron-elektron dalam molekul. Dalam kasus hibridisasi yang sederhana, pendekatan ini didasarkan pada orbital-orbital atom hidrogen. Orbital-orbital yang terhibridisasikan diasumsikan sebagai gabungan dari orbital-orbital atom yang bertumpang tindih satu sama lainnya dengan proporsi yang bervariasi. Orbital-orbital hidrogen digunakan sebagai dasar skema hibridisasi karena ia adalah salah satu dari sedikit orbital yang persamaan Schrödingernya memiliki penyelesaian analitis yang diketahui. Orbital-orbital ini kemudian diasumsikan terdistorsi sedikit untuk atom-atom yang lebih berat seperti karbon, nitrogen, dan oksigen. Dengan asumsi-asumsi ini, teori hibridisasi barulah dapat diaplikasikan. Perlu dicatat bahwa kita tidak memerlukan hibridisasi untuk menjelaskan molekul, namun untuk molekul-molekul yang terdiri dari karbon, nitrogen, dan oksigen, teori hibridisasi menjadikan penjelasan strukturnya lebih mudah.
Teori hibridisasi sering digunakan dalam kimia organik, biasanya digunakan untuk menjelaskan molekul yang terdiri dari atom C, N, dan O (kadang kala juga P dan S). Penjelasannya dimulai dari bagaimana sebuah ikatan terorganisasikan dalam metana

a. Hibridisasi sp3

Hibridisasi menjelaskan atom-atom yang berikatan dari sudut pandang sebuah atom. Untuk sebuah karbon yang berkoordinasi secara tetrahedral (seperti metana, CH4), maka karbon haruslah memiliki orbital-orbital yang memiliki simetri yang tepat dengan 4 atom hidrogen.
Konfigurasi keadaan dasar karbon adalah 1s2 2s2 2px1 2py1 atau lebih mudah dilihat:

(Perhatikan bahwa orbital 1s memiliki energi lebih rendah dari orbital 2s, dan orbital 2s berenergi sedikit lebih rendah dari orbital-orbital 2p)
Teori ikatan valensi memprediksikan, berdasarkan pada keberadaan dua orbital p yang terisi setengah, bahwa C akan membentuk dua ikatan kovalen, yaitu CH2. Namun, metilena adalah molekul yang sangat reaktif (lihat pula: karbena), sehingga teori ikatan valensi saja tidak cukup untuk menjelaskan keberadaan CH4.
Lebih lanjut lagi, orbital-orbital keadaan dasar tidak bisa digunakan untuk berikatan dalam CH4. Walaupun eksitasi elektron 2s ke orbital 2p secara teori mengijinkan empat ikatan dan sesuai dengan teori ikatan valensi (adalah benar untuk O2), hal ini berarti akan ada beberapa ikatan CH4 yang memiliki energi ikat yang berbeda oleh karena perbedaan aras tumpang tindih orbital. Gagasan ini telah dibuktikan salah secara eksperimen, setiap hidrogen pada CH4 dapat dilepaskan dari karbon dengan energi yang sama.
Untuk menjelaskan keberadaan molekul CH4 ini, maka teori hibridisasi digunakan. Langkah awal hibridisasi adalah eksitasi dari satu (atau lebih) elektron:

Proton yang membentuk inti atom hidrogen akan menarik salah satu elektron valensi karbon. Hal ini menyebabkan eksitasi, memindahkan elektron 2s ke orbital 2p. Hal ini meningkatkan pengaruh inti atom terhadap elektron-elektron valensi dengan meningkatkan potensial inti efektif.
Kombinasi gaya-gaya ini membentuk fungsi-fungsi matematika yang baru yang dikenal sebagai orbital hibrid. Dalam kasus atom karbon yang berikatan dengan empat hidrogen, orbital 2s
(orbital inti hampir tidak pernah terlibat dalam ikatan) "bergabung" dengan tiga orbital 2p membentuk hibrid sp3 (dibaca s-p-tiga) menjadi

Pada CH4, empat orbital hibrid sp3 bertumpang tindih dengan orbital 1s hidrogen, menghasilkan empat ikatan sigma. Empat ikatan ini memiliki panjang dan kuat ikat yang sama, sehingga sesuai dengan pengamatan.

Sebuah pandangan alternatifnya adalah dengan memandang karbon sebagai anion C4−. Dalam kasus ini, semua orbital karbon terisi:

Jika kita menrekombinasi orbital-orbital ini dengan orbital-s 4 hidrogen (4 proton, H+) dan mengijinkan pemisahan maksimum antara 4 hidrogen (yakni tetrahedal), maka kita bisa melihat bahwa pada setiap orientasi orbital-orbital p, sebuah hidrogen tunggal akan bertumpang tindih sebesar 25% dengan orbital-s C dan 75% dengan tiga orbital-p C. HaL ini sama dengan persentase relatif antara s dan p dari orbital hibrid sp3 (25% s dan 75% p).
Menurut teori hibridisasi orbital, elektron-elektron valensi metana seharusnya memiliki tingkat energi yang sama, namun spektrum fotoelekronnya [3] menunjukkan bahwa terdapat dua pita, satu pada 12,7 eV (satu pasangan elektron) dan saty pada 23 eV (tiga pasangan elektron). Ketidakkonsistenan ini dapat dijelaskan apabila kita menganggap adanya penggabungan orbital tambahan yang terjadi ketika orbital-orbital sp3 bergabung dengan 4 orbital hidrogen.

b. Hibridisasi sp2
Senyawa karbon ataupun molekul lainnya dapat dijelaskan seperti yang dijelaskan pada metana. Misalnya etilena (C2H4) yang memiliki ikatan rangkap dua di antara karbon-karbonnya. Struktur Kekule metilena akan tampak seperti:

Karbon akan melakukan hibridisasi sp2 karena orbtial-orbital hibrid hanya akan membentuk ikatan sigma dan satu ikatan pi seperti yang disyaratkan untuk ikatan rangkap dua di antara karbon-karbon. Ikatan hidrogen-karbon memiliki panjang dan kuat ikat yang sama. Hal ini sesuai dengan data percobaan.
Dalam hibridisasi sp2, orbital 2s hanya bergabung dengan dua orbital 2p:



membentuk 3 orbital sp2 dengan satu orbital p tersisa. Dalam etilena, dua atom karbon membentuk sebuah ikatan sigma dengan bertumpang tindih dengan dua orbital sp2 karbon lainnya dan setiap karbon membentuk dua ikatan kovalen dengan hidrogen dengan tumpang tindih s-sp2 yang bersudut 120°. Ikatan pi antara atom karbon tegak lurus dengan bidang molekul dan dibentuk oleh tumpang tindih 2p-2p (namun, ikatan pi boleh terjadi maupun tidak).
Jumlah huruf p tidaklah seperlunya terbatas pada bilangan bulat, yakni hibridisasi seperti sp2.5 juga dapat terjadi. Dalam kasus ini, geometri orbital terdistorsi dari yang seharusnya. Sebagai contoh, seperti yang dinyatakan dalam kaidah Bent, sebuah ikatan cenderung untuk memiliki huruf-p yang lebih banyak ketika ditujukan ke substituen yang lebih elektronegatif.

c. Hibrid sp
Ikatan kimia dalam senyawa seperti alkuna dengan ikatan rangkap tiga dijelaskan dengan hibridisasi sp.


Dalam model ini, orbital 2s hanya bergabung dengan satu orbital-p, menghasilkan dua orbital sp dan menyisakan dua orbital p. Ikatan kimia dalam asetilena (etuna) terdiri dari tumpang tindih sp-sp antara dua atom karbon membentuk ikatan sigma, dan dua ikatan pi tambahan yang dibentuk oleh tumpang tindih p-p. Setiap karbon juga berikatan dengan hidrogen dengan tumpang tindih s-sp bersudut 180°.